Dia menjelaskan ada setidaknya 30 warga yang menjadi santri. Mereka berasal dari berbagai daerah.
Di antaranya Malang, Tuban, Banyuwangi, bahkan hingga ada yang berasal dari Sumatera.
Selama ini mereka ngawulo atau mengabdi dan bermukim di pondok. “Pemulangan secara bertahap. Pemulangan dikoordinasi oleh dinas sosial,” tambahnya.
Dia menjelaskan lagi, pemulangan itu juga sebagai bentuk atensi Forkopimda. Forkopimda hadir agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Apalagi di lingkungan, Gus Samsudin sendiri juga tak akur dengan warga sekitar.
Reporter: Abdul Aziz Wahyudi
Editor: Gimo Hadiwibowo



















