Menengok Falsafah Adat Metri di International Durio Festival Trenggalek, Bupati Trenggalek: Sarana Promosi juga Berbagi

Menengok Falsafah Adat Metri di International Durio Festival Trenggalek, Bupati Trenggalek: Sarana Promosi juga Berbagi

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – International durio festival digelar Pemerintah Kabupaten Trenggalek di wisata Durensari, Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo. Ada ragam kegiatan dalam festival itu, mulai kirap tumpeng duren hingga adat metri.

Selain sebagai ajang promosi, kegiatan itu merupakan wujud berbagi keberkahan atas hasil panen durian yang melimpah.

“Metri atau sedekah selamatan durian sendiri dilakukan dalam rangka mengembalikan kembali adat istiadat yang dilakukan para pendahulu. Bersedekah hasil bumi dalam hal ini buah durian,” kata Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.

Read More

Selain sebagai ajang promosi lewat kegiatan yang dikemas menarik untuk mengenalkan potensi alam yang dimiliki Bumi Menak Sopal dalam hal ini adalah durian, ada pesan yang dititipkan lewat kegiatan adat istiadat itu.

Yaitu berbagi keberkahan dengan sesama atas panen durian yang melimpah, yang lazimnya dilakukan para pendahulu. Kegiatan itu, menurut Mas Ipin yang ingin terus dilestarikan secara berkesinambungan.

“Ketika kita menjaga alam, lingkungan, maka alam dan lingkungan akan memberikan kembali keberkahan kepada kita, hasil panen yang melimpah,” imbuhnya.

Kegiatan itu, lanjut Mas Ipin sengaja dikemas dalam ragam kegiatan. Di antaranya adalah kirap tumpeng, durio trail run, penanaman, dan peresmian tugu durian, pameran hasil bumi hingga pelatihan manajemen wisata berkelanjutan dan digitalisasi produk.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *