Blitar, SEJAHTERA.CO – Mengantisipasi sejumlah kecelakaan, atamanya bus pariwisata yang memuat siswa saat studi tur menjadi atensi.
Karena itu, Pemkab Blitar mengutamakan destinasi di Blitar daripada luar kota untuk wisata atau studi tur para siswa sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Blitar, drh. Adi Andaka, mengakui pasca peristiwa kecelakaan bus pariwisata di Depok dan di Tol Jomo, Jombang, pihaknya menggelar rapat internal lintas instansi.
Di antaranya Dinas Perhubungan (Dishub) hingga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar.
“Hasilnya kalau sekolah ada rencana studi tur, mengutamakan wisata Blitar daripada luar kota. Wisata Blitar tak kalah eksotiknya,” kata Adi Andaka, Kamis (23/5).
Dia mengatakan sampai saat ini belum ada rencana untuk melarang studi tur. Hanya sekedar imbauan. Pasalnya untuk studi tur biasanya sekolah sudah koordinasi dengan komite sekolah.
“Intinya itu, utamakan Blitar baru kalau sudah lengkap baru boleh keluar kota. Intinya tidak ada larangan, hanya imbauan,” katanya.
Adi menjelaskan lagi, sebenarnya jika ditelaah wisata Kabupaten Blitar tak kalah menariknya. Mulai wisata alam berupa pantai, pegunungan hingga hutan.



















