“Tahun 2023 kami sudah melaksanakan panen raya jagung dan Jawa Timur itu terbesar dengan 755 ribu hektare. Sehingga dengan kita buka ini (pipanisasi), target 200 hektare per wilayah dengan 38 kabupaten/kota dapat tercapai dan meningkat,” jelasnya.
“Kita akan mengejar sampai bisa 800 ribu hektare. Bila perlu kita bisa dapat sampai 1 juta hektare. Harapan kita ke depan, Jawa Timur tetap menjadi salah satu lumbung jagung nasional,” imbuhnya.
Pangdam V/Brawijaya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bapak Danrem Madiun, Dandim Nganjuk, Babinsa Desa Kepel Serka Langgeng, warga masyarakat Desa Kepel dan Pak Bonek yang mana dapat membantu dalam program pipanisasi dan daerah-daerah terpencil yang kekurangan dan kesulitan air.
Untuk diketahui, peninjauan pipanisasi pertanian salah satu upaya yang dilakukan oleh TNI AD dalam mendukung penyediaan air guna memenuhi kebutuhan untuk pertanian, khususnya pada area pegunungan melaksanakan pengembangan sumber air melalui jenis kegiatan Irigasi program pipanisasi bertujuan untuk mengairi lahan pertanian pada saat kemarau panjang melalui program seperti ini para petani sekarang sudah tidak khawatir lagi, dengan harapan bisa meningkatkan penghasilan pertanian di wilayah Kabupaten Nganjuk.
Dan sekaligus memberi motivasi kepada masyarakat untuk meningkatkan produksi pangan untuk membantu meningkatkan ketahanan pangan Nasional di Desa Kepel.
Reporter : Andik Sukaca
Editor: Gimo Hadiwibowo


















