Keesokan harinya atau Sabtu (1/6) digelar upacara budaya. Lokasinya di Alun-Alun Kota Blitar dimulai pukul 08.00.
Upacara dipimpin Wali Kota Blitar Santoso. Peserta adalah forkopimda, para abdi negara dan tokoh masyarakat, pelajar dan lain sebagainya.
Di sela-sela upacara juga diputar rekaman pidato Soekarno bersama Ketawang Ibu Pertiwi.
“Selanjutnya ada gunungan lima masuk ke lapangan diiringi gendhing lancaran bela Pancasila,” jelasnya.
Selanjutnya, katanya lagi, usai upacara gunungan lima yang melambangkan Pancasila dikirab menuju Makam Bung Karno (MBK).
Gunungan itu berisi sayur mayur atau hasil bumi. Rute yang dilewati yakni Alun-alun Kota Blitar, Jalan Semeru, Jalan PB Sudirman, Jalan Ir Soekarno dan finish di pelataran MBK.
Sampai di halaman ini gunungan lima yang berisi hasil bumi itu menjadi rebutan warga atau pengunjung.
Puncak yang mengakhiri Hari Kelahiran Pancasila adalah kenduri Pancasila. Agenda dimulai pukul 11.00 dan dipusatkan di halaman Perpustakaan Bung Karno.
“Ayo ikuti acara sampai selesai. Dan di Kota Blitar Kelahiran Pancasila digelar dengan meriah dan bermakna,” pungkasnya.
Reporter: Abdul Aziz Wahyudi
Editor: Gimo Hadiwibowo



















