Penilaian Kinerja Stunting Terintegrasi 2024, Pj Wali Kota Kediri Sebut Jumlah Balita Stunting Berkurang

 

Indikator lainnya telah melampaui target, seperti pelayanan KB pasca salin sebesar 61 persen dengan 3 persen kehamilan yang tidak diinginkan. Lalu penduduk Kota Kediri telah terdaftar dalam jaminan kesehatan nasional atau 100 persen Universal Health Coverage (UHC) serta seluruh keluarga resiko stunting telah terdampingi 100 persen.

Pemerintah Kota Kediri melakukan pemetaan jenis intervensi terhadap kondisi balita sesuai faktor penyebabnya. PJ Wali Kota Kediri menuturkan bahwa dari 740 balita stunting, dilakukan intervensi khusus untuk balita stunting dengan penyakit penyerta maupun tanpa penyakit penyerta.

Read More

 

Upaya preventif yang dilakukan diantaranya pelatihan strategi komunikasi bagi kader kesehatan, pengembangan sekolah orang tua hebat di tiap kelurahan, pembinaan duta genre dan forum anak, sekolah perempuan edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan perkawinan anak bagi remaja putri serta penyehatan lingkungan.

 

Terakhir, Zanariah mengungkapkan bahwa dukungan dan komitmen stakeholder diwujudkan dalam kolaborasi tentara manunggal membangun desa (TMMD) dan program Bapak Asuh Kodim 0809, kampanye dan edukasi oleh organisasi profesi, organisasi masyarakat, maupun pengabdian masyarakat perguruan tinggi. “Atas upaya, sinergi dan kolaborasi saya atas nama Pemerintah Kota Kediri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada stakeholder dalam mendukung penanganan stunting di Kota Kediri,” tutupnya.

 

Hadir pula dalam penilaian ini, Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Firdaus, Sekretaris Daerah Kota Kediri Bagus Alit selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting, Asisten Pemerintahan dan Kesra Mandung Sulaksono, Asisten Administrasi Umum Tanto Wijohari, Kepala OPD Pemerintah Kota Kediri, Anggota TPPS Kota, TPPS Kecamatan dan Kelurahan, dan anggota PKK Kota Kediri.

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *