Setelah pemberkasan selesai, yang bersangkutan akan diberi pelatihan terlebih dahulu, dan setelah pelatihan selesai dan dirasa siap, mereka akan diberangkatkan.
“Pelatihannya hanya seputar mengurus lahan persawahan dan pelatihan lainnya, karena mereka harus bisa bertahan hidup di sana dan memiliki usaha yang dijalankan berbekal pelatihan yang diikuti,” ungkapnya.
Selama mengikuti program transmigrasi, jelas Agus, yang bersangkutan nantinya akan mendapat rumah dan tanah seluas 200 ru dan mereka juga akan mendapatkan tanah pertanian seluas 1,8 hektare. Diketahui, tanah pertanian di Kabupaten Konawe Utara terbilang subur dan cocok ditanami tanaman apa saja.
Namun, pihaknya tetap mengantisipasi adanya gejolak dengan masyarakat setempat, agar program transmigrasi kali ini berhasil. Mengingat dua tahun sebelumnya, rencana program transmigrasi ke Mamuju sempat gagal lantaran terjadi gejolak penolakan oleh masyarakat setempat.
“Kami sering berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Konawe Utara terkait kondisi masyarakatnya. Agar program transmigrasi kali ini sukses dan bisa diberangkatkan,” pungkasnya.
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Dhita Septiadarma



















