Para korban dibawa ke puskesmas setempat dan api berhasil dipadamkan warga dengan peralatan seadanya.
Total kerugian material akibat peristiwa itu mencapai Rp 5 juta, sementara aset yang berhasil diselamatkan ditaksir Rp 150 juta.
Pihaknya menyebut, aksesibilitas hingga Sarana dan Prasarana (Sarpras) yang kurang menunjang membuat penanggulangan kebakaran kurang maksimal.
Dia menyebut, pemadam kebakaran tiba di lokasi pukul 19.18 WIB saat api berhasil dipadamkan warga.
Pihaknya bergegas berangkat ke lokasi pada pukul 18.37 WIB setelah piket siaga di Mako Damkar di Jalan Ahmad Yani di pusat kota menerima laporan kebakaran pada pukul 18.35 WIB.
“Api bisa dipadamkan oleh warga menggunakan peralatan seadanya. Salah satu kendala kita yaitu karena jarak tempuh dari Kantor Damkar ke Pule. Soalnya kondisi sekarang Sarpras-nya Damkar Trenggalek yang terbatas dan belum bisa menjangkau wilayah-wilayah di kecamatan,” kata dia.
Dari hasil identifikasi di lapangan, kebakaran itu disebabkan oleh gas LPG yang bocor. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu hati-hati dan waspada pada segala potensi-potensi yang bisa memicu terjadinya kebakaran.
“Kami himbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada akan potensi-potensi pemicu kebakaran,” pungkasnya.
Reporter : Angga Prasetya
Editor : Gimo Hadiwibowo



















