“Tugas dan peran BP2MI ini kan sangat banyak dari melayani, mengawasi, melindungi dan lain sebagainya tapi justru tidak didukung dengan anggaran yang maksimal,” ujarnya.
Bahkan, ia mengibaratkan BP2MI layaknya harimau yang tidak memiliki taring karena seolah tidak berdaya akibat jumlah anggaran yang masih terlalu kecil.
“Mau bergerak susah karena tidak ada anggaran. Padalah para PMI ini adalah penyumbang devisa negara yang tidak bisa diremehkan jumlahnya,” papar Netty.
Oleh karena itu, legislator dari dapil Kabupaten dan Kota Cirebon serta Indramayu ini mendesak agar pemerintah serius dalam upaya perlindungan PMI.
“Keseriusan itu harus dibuktikan dengan anggaran yang memadai, agar menjadikan PMI sebagai VVIP tidak hanya sekadar slogan-slogan di panggung yang penuh dengan sorotan media,” tandasnya.
Sumber : Parlementaria
Editor : Irwan Maftuhin



















