“Untuk itu kita lakukan berbagai langkah-langkah mitigasi bencana,” pungkasnya.
Untuk diketahui, secara umum di Jatim terdapat 74 zona musim, dimana awal kemarau pada Mei mendominasi hingga 64,9 persen.
Meskipun begitu, terdapat daerah di Jatim yang memasuki kemarau pada April, sebanyak 27 persen dan sisanya 8,1 persen pada Juni. Sementara, puncak musim kemarau mulai terjadi pada sebagian wilayah di Jatim pada Juli sebesar 9,5 persen dan paling banyak pada Agustus 75,7 persen.
Sisanya 14,9 persen diperkirakan terjadi pada September.
Reporter : Angga Prasetya
Editor :Gimo Hadiwibowo


















