Blitar, SEJAHTERA.CO – Di tengah melambungnya harga emas, emas imitasi menjadi solusi bagi kaum hawa yang ingin tampil gemerlap. Nah, Pitoyo warga Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar menangkap peluang. Dia membuat kerajinan mirip emas berbahan tembaga dan kuningan. Berikut laporannya.
Tak sulit mencari rumah Pitoyo. Di kampungnya di Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan namanya sudah terkenal. Pria kelahiran 1974 silam ini terkenal dengan usahanya membuat perhiasan berbahan tembaga dan kuningan.
“Iya monggo. Rumah ini sekaligus workshop membuat kerajinan,” kata pria yang akrab disapa Toyo ini.
Dia mengatakan usahanya saat ini memang lagi naik daun. Pasalnya produknya menjadi alternatif bagi perempuan yang ingin tampil ngejreng dengan perhiasan serba kuning. Mulai gelang, pembungkus akik hingga cincin.
Sepintas memang mengkilap kilau emas. Tetapi itu bukan emas melainkan tembaga hingga kuningan. “Iya campuran tembaga dan kuningan. Warnanya dibentuk bak perhiasan emas asli,” katanya.
Pria perawakan kalem ini pun menceritakan awal mula menekuni bisnis tembaga. Itu diawali ketika duduk di bangku kelas 3 SMP. Keahlian membuat perhiasan berasal dari kakak kandungnya.
“Kakak saya juga pengrajin. Mulai menekuni sekitar tahun 1990 lalu,” katanya.
Untuk membuat perhiasan, diawali memilih bahan dasar tembaga. Ada pula kuningan. Selanjutnya bahan-bahan dipanaskan dan dibentuk.



















