“Sebanyak 467 anak itu yang tidak lolos saat PPDB gelombang I, seharusnya bisa ikut pada gelombang II. Tetapi nyatanya pada gelombang II hanya 38 anak yang mendaftar,” ungkapnya.
SMPN paling minim siswa baru, jelas Syaifudin, ada 4 SMPN yang hanya mendapat siswa baru dibawah 10 orang. Diantaranya SMPN 2 Rejotangan mendapat empat siswa dan SMPN 2 Tanggunggunung sembilan siswa.
Lalu ada SMPN 3 Bandung mendapat enam siswa baru dan SMPN Satu Atap Sendang mendapat sembilan siswa saja. Sedikitnya siswa yang didapat, tentunya akan mempengaruhi pemberian bantuan dana BOS yang diterima sekolah tersebut nominalnya berkurang.
“Kami meminta masyarakat yang mengetahui adanya anak usia sekolah yang belum mendapat sekolah untuk dilaporkan ke kami, agar bisa disekolahkan. Batas waktunya sampai pembelajaran di tahun ajaran baru 2024/2025 pada Senin (15/7/2024),” pungkasnya.
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Gimo Hadiwibowo



















