Klenteng Boo Hway Bio Jombang, Gelar Ritual Blessing Arwah Patung Dewa

Klenteng Boo Hway Bio Jombang, Gelar Ritual Blessing Arwah Patung Dewa
Suhu Mook memimpin prosesi ritual Blessing Rupang di Klenteng Boo Hway Bio, Mojoagung. (agung/sejahtera.co)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Di tengah kesibukan masyarakat Jombang yang mayoritas menganut agama Islam, terdapat sebuah tradisi keagamaan yang penuh makna di Klenteng Boo Hway Bio, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.

Baca Juga :  Tolak Ayah Bawa WIL, Anak Diancam Dibunuh, Ini Kronologinya..

Tradisi ini dikenal sebagai Blessing Rupang, sebuah ritual yang dilaksanakan dengan penuh khidmat oleh umat Tri Dharma untuk menyucikan patung-patung dewa yang baru didatangkan sebelum ditempatkan di altar utama klenteng, Rabu (14/8).

Read More

Klenteng Boo Hway Bio, yang menjadi pusat spiritual bagi komunitas Konghucu di Mojoagung, telah mendatangkan lima patung dewa atau Kim Sin dari Taiwan.

Patung-patung ini tidak sekadar ukiran biasa, melainkan dianggap sebagai perwujudan visual dewa-dewa yang nantinya akan dijadikan objek sembahyang oleh umat di klenteng tersebut.

Baca Juga :Pilkada Ponorogo, Berpisah Dengan Petahana, PAN Pilih Rekomendasikan Ipong

Sebelum patung-patung ini bisa digunakan untuk persembahyangan, mereka harus menjalani proses ritual khusus yang disebut Blessing Rupang.

Ritual ini dipimpin oleh Suhu Mook, seorang tokoh spiritual yang sengaja didatangkan dari Medan, Sumatera Utara. Suhu Mook memandu seluruh rangkaian upacara yang dimulai dengan memandikan patung-patung dewa tersebut.

Memandikan patung merupakan simbol dari pembersihan diri dan penyucian, yang melambangkan kesiapan patung-patung tersebut untuk dihidupkan oleh roh dewa.

Baca Juga :Kasus Penculikan dan Penusukan di Kota Kediri Terungkap, Pelaku Juga Bawa Cairan Kecubung, Untuk Apa?

Setelah proses pemurnian selesai, Suhu Mook melanjutkan dengan upacara pengisian roh dewa ke dalam patung. Ini merupakan momen puncak dalam ritual, di mana diyakini bahwa roh dewa akan turun dan merasuki patung, sehingga patung-patung ini bukan lagi sekadar benda mati, tetapi sudah menjadi media spiritual yang hidup.

Dalam agama Konghucu, patung-patung ini digunakan untuk memfokuskan devosi dan doa dari umat kepada dewa yang diwakilkan oleh patung tersebut.

Setelah pengisian roh selesai, patung-patung tersebut kemudian dipindahkan ke altar utama di klenteng. Altar ini adalah tempat yang paling sakral di klenteng, di mana patung-patung dewa ditempatkan agar dapat digunakan dalam upacara-upacara persembahyangan harian maupun saat perayaan besar keagamaan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *