Baca Juga :Ita Triwibawati – Zuli Rantauwati Resmi Diusung Hanura
Lima altar utama di Klenteng Boo Hway Bio kini ditempati oleh lima patung dewa yang baru, yaitu Xian Ling Gong, Xuan Ling Gong, Zhen Ling Gong, Yin Ling Gong, dan Yang Ling Gong.
Reza Liem, Ketua Klenteng Boo Hway Bio, menjelaskan makna mendalam di balik ritual Blessing Rupang ini. Menurutnya, ritual ini tidak hanya sekadar menyucikan patung, tetapi juga mempersiapkan umat untuk menyambut kedatangan dewa yang akan menjadi pelindung dan penuntun dalam kehidupan mereka.
“Tyam Kim Sin atau Blessing Rupang ini dilakukan untuk menyucikan patung dewa yang baru datang. Patung-patung ini tidak untuk disembah, tetapi sebagai visualisasi dari dewa yang kita sembah. Ini adalah simbol dari kehadiran spiritual dewa di klenteng kita, sehingga ketika umat bersembahyang, mereka bisa lebih khusyuk dan terhubung secara spiritual,” ungkap Reza.
Baca Juga :Luruskan Persepsi Soal Pembangunan Monumen Reyog, Desember Baru Selesaikan Konstruksi Awal
Ritual ini juga diiringi dengan pertunjukan barongsai, yang menambah kekhidmatan dan kemeriahan acara. Barongsai, dalam tradisi Tionghoa, melambangkan kekuatan dan keberanian, serta dipercaya dapat mengusir roh jahat.
Kehadiran barongsai dalam ritual ini menunjukkan pentingnya menjaga klenteng dari pengaruh buruk dan memohon berkah dari para dewa.
Setelah semua rangkaian upacara selesai, Suhu Mook juga memimpin sesi konsultasi spiritual dengan tatung. Tatung adalah seorang medium yang dianggap mampu berkomunikasi langsung dengan dewa atau roh leluhur.
Baca Juga :Debit Air Terus Susut, 12 Embung Terancam Kering, Ini Catatan Dinas PUPR Jombang
Dalam sesi ini, umat dapat mengajukan berbagai pertanyaan mengenai kehidupan mereka atau meminta petunjuk spiritual. Ritual ini diyakini memberikan rasa aman dan perlindungan bagi umat serta memperkuat ikatan spiritual antara mereka dengan para dewa.
Dengan berakhirnya ritual Blessing Rupang, Klenteng Boo Hway Bio kini telah siap untuk menyambut umat dalam peribadatan yang lebih intens.
Reza Liem berharap, dengan kehadiran patung-patung dewa yang telah diberkati, klenteng ini akan semakin maju dan menjadi pusat spiritual yang lebih kuat bagi komunitas Konghucu di Jombang.
Baca Juga :Pengembangan Kasus Begal Payudara di Tulungagung, Dua Korban Lain Melapor
“Dengan melakukan pensucian dan pembersihan patung dewa ini, kami berharap klenteng dan seluruh jamaah dijauhkan dari segala bahaya. Kami juga berharap agar klenteng ini semakin maju dan menjadi tempat peribadatan yang diberkahi,” pungkas Reza.



















