Pihaknya menambahkan, dalam sehari kebutuhan setiap orang rata-rata mencapai 60 liter. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut BPBD melakukan droping air dua kali dalam sepekan dengan kapasitas sekitar 12.000 liter air bersih.
Baca Juga :Krisis Air Bersih Meluas, BPBD Trenggalek: Landa Tujuh Kecamatan
“Sebenernya Desa lain ada sumber air namun hanya untuk minum dan makan serta jumlahnya terbatas,” terangnya.
Potensi kekeringan yang saat ini terjadi kemungkinan besar masih akan meluas. Pun, pihaknya juga masih menunggu hasil assessment di sejumlah wilayah lainnya. Selain itu, kemungkinan besar musim kemarau ini akan berlangsung hingga pertengahan Oktober nanti.
Baca Juga :Petahana Dipayungi Koalisi Gemuk pada Pilkada Ponorogo, Dua Lagi Diharapkan Gabung
“Tergantung hasil assessment nanti ada perluasan wilayah atau tidak. Perkiraan kekeringan dominannya pada Agustus tapi tidak disebutkan berakhir kapan kemungkinan sampai Oktober,” tandasnya.



















