“Kekeringan ini dialami seluruh warga, karena desa ini sudah tiga tahun mengalami kekeringan secara berturut-turut setiap musim kemarau,” ujarnya.
Ia berharap ada solusi dari pemerintah agar kekeringan di Bumi Menak Sopal, sebutan lain Kabupaten Trenggalek tak jadi ‘momok’ tahunan bagi warga. Meskipun dia juga menyadari, tak mudah merealisasikan khususnya di daerah dataran tinggi.
“Semoga Trenggalek tak lagi mengalami kekeringan,” pungkasnya.
Baca juga :Dua Hari Jelang Penutupan, Pendaftar CPNS di Lingkup Pemkot Blitar Keluhkan Materai Digital
Desa Dermosari jadi satu dari 23 desa di 10 kecamatan di Trenggalek yang mengalami kekeringan. Desa-desa itu adalah desa yang sudah mengajukan bantuan air bersih ke Pemkab Trenggalek. Tak hanya Pemkab, sejumlah instansi vertikal juga ikut andil bahu membahu menanggulangi krisis air.
Potret itu terlihat saat petugas dari TNI-POLRI melakukan distribusi air bersih ke Desa Dermosari, berkolaborasi dengan BPBD Trenggalek. Ada sebanyak 12.000 liter air bersih yang distribusikan dan direncanakan bakal dilakukan secara berkala di daerah-daerah yang terdampak kekeringan.
“Semoga ini bisa sedikit membantu. Selain itu kami juga akan terus berkoordinasi dengan BPBD untuk memetakan wilayah-wilayah lain yang mengalami kekeringan parah,” kata Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Agus Prayitno.




















Great Article bro, https://kehadiran.sucofindo.co.id/public/uploads/ terpercaya