Air Irigasi Dam Baduk Tidak Sampai Lahan, Petani Dusun Codot Khawatir Gagal Panen

Air Irigasi Dam Baduk Tidak Sampai Lahan, Petani Dusun Codot Khawatir Gagal Panen
Kondisi tanah sawah di Dusun Codot yang kekurangan air irigasi. (foto : Muji Hartono)

Nganjuk, SEJAHTERA.CO – Para petani di wilayah Desa Kepanjen Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk, khususnya Dusun Codot mengeluh terkait tidak sampainya air irigasi dari Dam Baduk ke lahan mereka.

Jatah 30 jam aliran air irigasi per minggu dari aliran Sungai Kedungsuko lewat Dam Baduk untuk petani di Dusun Codot tidak sampai ke saluran sekunder lahan pertanian setempat.

Tak pelak, para petani Dusun Codot yang rata-rata menanam padi pada musim tanam (MT) 3 ini harus mengeluarkan biaya operasional yang tinggi agar tanaman padinya bisa terairi.

Read More

Para petani pun mengadukan hal ini kepada Sugeng Purnomo Kepala Desa (Kades) Kepanjen Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk, agar memperoleh solusi terkait air irigasi ini.

Baca Juga :Kediri Zero Kasus Super Flu, Wabup Mbak Dewi Imbau Warga Tetap Terapkan PHBS dan Pakai Masker

“Petani di Dusun Codot mengeluh terkait kurangnya air irigasi untuk mengairi tanaman padi. Terpaksa para petani menggunakan mesin diesel untuk pengairan,” kata Kades Kepanjen, Kamis (1/10/2026).

“Jadi para petani harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk beli solar. Ada 19 hektare tanaman padi yang tidak terairi dari Dam Baduk. Petani takutnya gagal panen, kan ini terkait ketahanan pangan,” sambungnya.

Kades Kepanjen berharap pemerintah bisa memberikan solusi kepada petani Dusun Codot agar kurangnya air irigasi ini bisa terpenuhi. “Semoga ada solusi, dan kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait,” ucapnya.

Sementara itu, Rusdi Gunawan Kabid Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk yang ditemui wartawan di area persawahan Dusun Codot mengaku bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas pertanian untuk mengatasi hal ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *