Baca Juga :Gelar Nobar Kualifikasi Piala Dunia 2026, Bupati Ponorogo Prediksi Timnas Kalahkan Ausrtralia 2-0
“peran pemuda lintas agama diharapkan mampu menjadi agen pembawa kedamaian, menciptakan kesatuan dan keharmonisan serta berupaya bersama menjaga satu kesatuan masyarakat Indonesia yang beragama,” tegasnya.
Di sesi akhir acara dialog kebangsaan tersebut, FKUB juga menyampaikan komitmen untuk netral dalam Pilkada 2024 di Kota Kediri.
“Sejak semula, FKUB itu netral, jadi terserah masyarakat mau memilih siapa dan FKUB ketika ada bakal calon wali kota dan wakil wali kota datang kami dalam posisi netral. Ketika mereka meminta kami datang ke sebuah acara ya kami datang, misalnya datang ke acaranya Bu Fey, deklarasi, ya kami pakai seragam FKUB, kami datang di acaranya Mbak Vinanda, Gus Qowim, ya kami datang dengan seragam FKUB,” terangnya.
Baca Juga :Selama Agustus, Bea Cukai Blitar dan Satpol PP Tulungagung Amankan 302.452 Batang Rokok IlegalĀ
KH. Moch. Salim juga memastikan, meskipun pihaknya dalam posisi netral dalam kegiatan pasangan calon wali kota, namun FKUB Kota Kediri membatasi kegiatan yang menyangkut kepartaian.
“kalau kegiatan partai, teman-teman sepakat tidak usah datang,” pungkasnya.*



















