Tingkatkan Pemahaman Interaksi dengan Penyandang Disabilitas, Pemerintah Kota Kediri Gelar Pelatihan

interaksi disabilitas kota kediri
Pemerintah Kota Kediri mengadakan pelatihan etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas untuk meningkatkan pelayanan inklusi.(foto: diskominfo)

Di dalam Perda tersebut, dijelaskan oleh Paulus, akan memuat beberapa turunan Peraturan Walikota (Perwali) Kediri, antara lain: Perwali tentang Unit Pelayanan Disabilitas, Perwali tentang Bangunan Gedung yang Mudah Diakses Disabilitas, Perwali tentang Penanganan Habilitasi dan Rehabilitasi kepada Penyandang Disabilitas. “Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi Pemkot Kediri melalui Dinas Sosial untuk terus mendorong peran aktif penyandang disabilitas dalam membangun Kota Kediri,” ucapnya. Dengan demikian, Paulus berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta tentang perspektif dan etika interaksi dengan disabilitas.

Baca juga: Pj Walikota Zanariah Beri Arahan Guru Pendamping Khusus Sekolah Inklusi TK, SD, dan SMP Kota Kediri

Tak kalah penting, Vivi Nurisha Cahyaningtyas, Ketua DPC HWDI Kota Kediri juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Kediri atas dukungannya terhadap penyandang disabilitas. Tidak hanya dukungan infrastruktur, untuk mewujudkan Indonesia yang ramah pada disabilitas penting juga menjaga sikap dan etika kita dalam berinteraksi dengan penyandang disabilitas. Ia menyampaikan dalam berinteraksi dengan penyandang disabilitas tidak perlu bersikap khusus, yang terpenting adalah kewajaran, ketulusan, dan pengertian.

Read More

Berikut ini beberapa etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas: 1) disabilitas netra: jangan lupa salam dan sapa ketika memulai interaksi; 2) disabilitas fisik, yang terpenting adalah menanyakan terlebih dahulu apakah mereka memerlukan bantuan atau tidak. Jika memang memerlukan bantuan, hendaklah komunikasikan segala bentuk bantuan apa yang dibutuhkan; 3) disabilitas rungu dan wicara, gunakanlah bahasa tubuh/mimik/gestur/ekspresi yang jelas. Jika diperlukan, bisa juga menggunakan alat tulis; 4) disabilitas mental, hendaknya menggunakan bahasa-bahasa yang sederhana dan mudah dipahami; 5) disabilitas intelektual, jangan lupa tersenyum dan ramah ketika berbicara.

Agar penyampaian materi berjalan dengan lancar, Pemkot Kediri turut menghadirkan narasumber yang terdiri dari lima fasilitator dari HWDI Cabang Kota Kediri yang telah mendapat pembinaan dari ahli disanilitas Jakarta. Kelima tim narasumber tersebut akan mewakili ragam disabilitas yang terdiri dari: disabilitas fisik, netra, rungu, mental, dan intelektual.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *