Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Legislatif Trenggalek buka suara soal dugaan kasus seorang santriwati hamil di lingkungan pondok pesantren atau ponpes.
Baca Juga :Motor Ditabrak Pelajar, Kakek 70 Tahun di Trenggalek Meninggal
Wakil rakyat di Bumi Menak Sopal ini mendorong dugaan kasus itu agar diusut tuntas karena menimbulkan polemik berkepanjangan di masyarakat.
Ketua DPRD Trenggalek sementara, Doding Rahmadi mengaku prihatin dengan adanya kabar itu, terlebih dugaan kasus seorang santriwati hamil itu terjadi di lingkungan ponpes. Kondisi itu berpengaruh pada citra pendidikan di Kabupaten Trenggalek.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian itu karena ini didunia pendidikan, di dunia pesantren. Kami berharap kepada masyarakat untuk menjaga hal-hal tersebut tidak terulang lagi,” kata Doding, Kamis (26/9/2024).
Baca Juga :Rumpun Bambu di Kaliombo Kota Kediri Terbakar, Ternyata ini Penyebabnya
Pemerintah daerah, lanjut Doding, akan lebih memaksimalkan langkah pencegahan sehingga dugaan peristiwa itu tidak terulang. Terlebih dugaan tindakan asusila di lingkungan ponpes itu bukan pertama kalinya terjadi.
“Kami dari pemerintah kabupaten dari Dinsos P3A akan semaksimal mungkin untuk terjun memberikan edukasi kepada masyarakat dan sebagainya agar hal-hal tersebut tidak terjadi lagi. Kami sangat prihatin karena ini menyangkut masa depan anak,” imbuhnya.
Baca Juga :KPU Kota Kediri Berharap Pelaksanaan Kampanye Sesuai Deklarasi



















