Sementara, Ryo pun membenarkan bahwa dia hadir di acara tersebut dengan mengenakan buff penutup wajah dan topi koboi.
Namun, Rio mengaku, kehadirannya tidak terkait dengan kegiatan tim pemenangan paslon. Ia mengaku hanya mengantar dokumen yang tertinggal untuk tim pemenangan salah satu paslon.
“Saya berada (di KPU, red) setelah rombongan (paslon, red) masuk. Jadi memang itu saya. Tapi saya hanya 10 menit di sana, mengantar dokumen yang diminta tim pemenangan,” jelas Rio.
Ryo juga mengaku, tidak mengetahui isi dari dokumen yang diantarnya tersebut dan hanya berperan sebagai pengantar.
Baca Juga :Hari Pertama Ngantor, ini Pesan Pjs Bupati Ponorogo
“Saya juga hanya memberikan informasi saja kepada tim pemenangan pak Warsubi, kaitannya ada informasi suasana yang akan tidak kondusif. Ada indikasi pergesekan antar relawan,” ujarnya.
Dengan keperluan mengantar berkas dimaksud ke KPU, maka itu Ryo mengaku datang dengan menutupi wajah seperti pada foto yang beredar.
“Kalau saya bukan tim pemenangan. Kalau adik saya, iya di Gerindra. Kalau saya bukan. Mohon maaf sekali,” pungkas Ryo.(st2)
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor: Dhita Septiadarma



















