Dengan menggandeng media terutama PWI Tulungagung dalam sosialisasi Pilkada ini, pihaknya tentu berharap kerja sama ini bisa memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.
Dengan begitu, pada 27 November 2024 mendatang, banyak masyarakat yang termotivasi untuk datang ke TPS.
“Peran media dalam menyampaikan informasi tahapan Pilkada sangat penting. Sosialisasi yang dilakukan melalui pemberitaan bisa memancing masyarakat untuk lebih aktif menggunakan hak pilihnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PWI Tulungagung, Wiwieko Dharmadiningrum mengatakan, menurut datanya potensi pemilih yang tidak menggunakan hak pilih pada Pilkada 2024 di Tulungagung cukup tinggi.
Dia memperkirakan sekitar 50 persen pemilih Tulungagung tidak menggunakan hak pilihnya.
Menurut Eko, rendahnya partisipasi ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidakpedulian mahasiswa yang berada di luar kota terhadap pelaksanaan Pilkada mendatang.
Atas data yang telah dikumpulkan ini, pihaknya sudah meminta KPU Tulungagung untuk semakin masif dalam melakukan sosialisasi demi mendongkrak partisipasi pemilih.
Baca Juga :Pelaku Penembakan Penjual Bakso di Kota Batu Ditangkap, Gak Nyangka Ternyata ini Modusnya
“Data yang kami kumpulkan, potensi golput masih tinggi, sekitar 50 persen. Namun, dengan waktu yang tersisa hingga November, kami berharap partisipasi pemilih bisa ditingkatkan,” kata Wiwieko Dharmadiningrum.



















