Baca Juga :Menginap di Homestay Mojokerto, Pria Asal Lamongan Ditemukan tak Bernyawa
Jika dikalkulasikan, dari 22 badan usaha tersebut ada potensi sebanyak 260 karyawan yang belum terjamin di BPJS Kesehatan. Selain itu, juga ada sebanyak 15 badan usaha di tahun 2024 ini yang masih memiliki tunggakan lantaran tidak membayarkan premi secara rutin.
“Ada juga 12 badan usaha lainnya yang sama sekali belum melunasi tunggakan pembayaran di tahun 2023 lalu,” jelas Wahyu.
Baca Juga :Budi Gunawan Dilepas, Presiden Joko Widodo Tunjuk Herindra Sebagai Kepala BIN
Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan pihaknya telah melaporkan permasalahan tunggakan tersebut ke Kejari Ponorogo. Hasilnya Dari 12 badan usaha yang menunggak itu, akhirnya ada 7 badan usaha yang melunasi tunggakan.
“Rencananya akan koordinasi lagi dengan Kejari Ponorogo. Sisa 5 badan usaha itu akan dipanggil ulang,” pungkas Wahyu.



















