Dirinya merinci, dari 75 pemilih keluar itu, sebanyak 37 pemilih keluar merupakan laki-laki dan sebanyak 38 pemilih keluar merupakan perempuan.
Menurut Jantur, alasan mereka memutuskan untuk pindah memilih itu tentunya beragam, diantaranya seperti pindah tempat tinggal dari yang semula di Tulungagung ke kota/kabupaten lain.
Atau justru karena alasan pekerjaan seperti pindah tempat kerja, bahkan hingga karena alasan pendidikan di luar domisili.
Baca Juga :Sejumlah Infrastruktur Rusak Terdampak Bencana, ini Langkah Pemkab Trenggalek
“Alasannya beragam, jadi ada yang karena memang pindah domisili, atau karena keperluan pekerjaan atau bahkan karena sedang menempuh pendidikan di luar domisili dan tidak bisa pulang saat pelaksanaan Pilkada,” ungkapnya.
Meski banyak warga Tulungagung yang pindah memilih ke luar domisili, Jantur menyebut jika sebenarnya terdapat pemilih luar daerah yang masuk ke Kabupaten Tulungagung.
Tercatat sedikitnya ada sebanyak 67 pemilih yang masuk dan ingin mengikuti pelaksanaan Pilkada di sejumlah TPS yang ada di Tulungagung.
Baca Juga :Kapolres Cek Logistik Pilkada 2024 di Gudang KPU Jombang
Menurut Jantur, 67 pemilih masuk ini rinciannya sebanyak 35 pemilih masuk merupakan laki-laki dan sebanyak 32 pemilih pindah masuk merupakan perempuan. Dengan adanya pemilih pindah masuk ini, berarti DPT pada Pilkada di Tulungagung menjadi berkurang.
“Tentunya mempengaruhi DPT, karena jumlah pindah keluarnya lebih banyak dari pada pindah masuk. Ada pengurangan sebanyak 8 orang,” pungkasnya.



















