Gilang mengaku sudah melakukan langkah antisipasi penanggulangan bencana terutama banjir. Pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan PU Bina Marga dan BBWS untuk normalisasi sungai.
Hal ini dilakukan agar kondisi sungai-sungai di Tulungagung terutama yang melintasi lima wilayah itu kembali normal dan bisa berfungsi untuk mengalirkan air.
Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan pembersihan enceng gondok pada beberapa sungai di Tulungagung agar tidak menyebabkan sumbatan saat terjadi hujan.
Baca Juga :Tangkap Pelaku Penganiayaan di Ngronggot, Ini yang Diamankan Polres Nganjuk
“Kami sudah melakukan pembersihan sungai yang banyak enceng gondoknya maupun sumbatan-sumbatan lain pada sungai agar saat terjadi hujan, fungsi sungai ini bisa kembali seperti semula agar air sungai tidak meluap saat terjadi hujan,” ungkapnya.
Normalisasi sungai ini dilakukan karena pendangkalan selama musim kemarau panjang. Normalisasi sungai diyakini bisa mencegah terjadinya bencana di wilayah rawan.
Selain normalisasi sungai, dia meminta masyarakat di Tulungagung untuk melakukan kerja bakti untuk membersihkan saluran air (Got) di masing-masing desanya.
Baca Juga :Belasan Orang Kehilangan Nyawa Akibat HIV-AIDS, Ini Data Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar
Mengingat saluran air tersebut diyakini juga sudah mengalami pendangkalan, sehingga harus dibersihkan agar tidak menyebabkan banjir.
“Saluran air di desa-desa juga harus dibersihkan oleh masyarakat dengan melakukan kerja bakti, agar tidak terjadi sumbatan yang berpotensi menyebabkan banjir,” pungkasnya.



















