Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo kembali melakukan pengecekan Early Warning System (EWS) tanah longsor dan banjir yang telah terpasang di 12 lokasi rawan bencana.
Baca Juga :Antisipasi Banjir, BPBD Kabupaten Tulungagung Bersihkan Sungai
Pengecekan tersebut guna untuk memastikan jika alat pendeteksi bencana hidrometeorologi tersebut berfungsi secara normal dan akurat.
Hasilnya, dari 12 EWS yang terpasang untuk mendeteksi tanah longsor satu di antaranya terpaksa dinonaktifkan. Dimana lokasinya berada di Dusun Tugunongko, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Ponorogo, Marsanto menyebut, penonaktifan EWS tersebut karena aki yang digunakan untuk mensuplai daya listrik hilang dan diduga telah dicuri.
Baca Juga :TMMD ke-122 Kodim 0809 Kediri, Kedekatan dengan Warga Membuat Prajurit TNI Tak Kenal Lelah Mengabdi
“Terpaksa kita non aktifkan karena aki sebagai daya listrik hilang, diduga dicuri,” Ungkap Marsanto, Senin (4/11/2024).
Sementara enam EWS banjir yang terpasang, tiga di antaranya butuh perbaikan. Yakni EWS di Sungai Tempuran Mrican, Sungai Gendol Jabung dan Sungai Grenteng Balong. Pihaknya menyebut kerusakan tersebut dikarenakan aki pada EWS tersebut telah usang.
“Akinya ya soak, jadi alat tak dapat memberikan peringatan tatkala debit sungai meningkat melebihi batas aman,” terangnya.
Baca Juga :Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, ini Lahan untuk Tanam Jagung yang Dibuka Polres Nganjuk
Terkait EWS yang dinonaktifkan tersebut pihaknya akan melakukan perbaikan dalam waktu dekat agar kembali beroperasi maksimal. Lebih lanjut, Marsanto mengungkapkan, keberadaan EWS penting untuk meminimalisir potensi risiko bencana. Alat tersebut memberikan peringatan agar warga siaga menyelamatkan diri saat terjadi bencana.
“Alat ini penting, karena memberikan peringatan dini ketika akan terjadi bencana dan dapat meminimalisir korban jiwa,” tegasnya.
Baca Juga :Sidak Toko dan Distributor, BPOM Kediri Sita Jajanan China Mengandung Bakteri
Dirinya juga berharap, setelah dilakukan perbaikan dalam waktu dekat warga disekitar lokasi EWS terpasang bisa ikut menjaga dan merawat. Hal ini demi menjaga keselamatan warga sekitar.
“Kalau EWS nonaktif ketika akan terjadi bencana malah repot nanti, jadi memang harus dijaga bersama sama,” tandasnya.



















