“Siaga Desa itu tidak pernah digadaikan. Itu hanya rumor dari masyarakat,” ujar Suis Hadi saat dikonfirmasi, wartawan.
Dia menjelaskan, kabar tersebut berasal dari obrolan di warung-warung dan tidak memiliki dasar yang kuat. “Dari mulut ke mulut saja, Pak. Tidak ada dasar yang pasti,” tambahnya.
Suis juga meminta maaf atas informasi yang sebelumnya ia sampaikan. “Saya minta maaf. Ini hanya kesalahan komunikasi. Faktanya, mobil siaga desa ada di tempat dan tidak pernah digadaikan,” katanya.
Baca Juga :Pemkab Kediri Terima Penghargaan Terbaik Keterbukaan Informasi Publik dari Komisi Informasi Jatim
Ketika ditanya apakah ada tekanan yang memengaruhi perubahan keterangannya, Suis membantahnya. “Tidak ada tekanan dari siapa pun. Saya hanya ingin meluruskan informasi yang salah,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Desa Kampung Baru, Kecamatan Plandaan, Gardika Apris Susanto, jadi perbincangan hangat di kalangan warga. Pasalnya, Kades Dika diduga menjaminkan mobil siaga desa dan motor dinas Pemdes untuk melunasi hutang pribadi.
Kepala Dusun Kepuh, Suis Hadi, menjelaskan kronologi yang memicu masalah ini. Ia menyebut bahwa dua kendaraan tersebut diambil sebagai jaminan hutang Kades kepada sejumlah pihak.
Baca Juga :Suami Pembacok Istri di Blitar Tertangkap, Motifnya Cemburu
Motor dinas, menurutnya, dijadikan jaminan hutang Kades kepada penyedia sound system yang belum dibayar pada acara orkes malam tahun baru, dengan nominal sekitar Rp 10 juta.



















