Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Seluruh pasar di Kabupaten Tulungagung rupanya sudah menerapkan sistem e-retribusi bagi para pedagangnya. Meski begitu, rupanya sistem e-retribusi sendiri masih diterapkan pada pedagang kios saja, sedangkan pedagang los masih belum.
Baca Juga :Pj Bupati Tulungagung Tinjau Kesiapan Logistik Dua Pekan Jelang Pilkada 2024
Kabid Pengelolaan Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung, Mohamad Khabib mengatakan, saat ini sebanyak 31 pasar di Kabupaten Tulungagung sudah menerapkan e-retribusi. Diketahui, e-retribusi sendiri merupakan penarikan retribusi bagi pedagang secara elektronik.
Hal itu berarti petugas pasar tidak lagi perlu mendatangi masing-masing kios pedagang untuk menarik retribusi harian, sehingga pedagang sendiri yang harus membayarkan retribusi secara elektronik. Meski semua pasar sudah menerapkan e-retribusi, namun terdapat beberapa pedagang yang belum menerapkannya.
Baca Juga :Sering Kehilangan Hewan Ternak, Warga Ponorogo Kaget Temukan Ular Piton di Kandang Ayam
“Semua pasar di Tulungagung sejumlah 31 pasar sudah menerapkan sistem e-retribusi atau pembayaran retribusi secara cashless. Kalau dulu kan ada petugas pasar datang, memberi karcis, sekarang sudah tidak,” kata Mohamad Khabib, Jumat (15/11/2024).
Dalam praktiknya, sistem e-retribusi pada 31 pasar di Tulungagung ini rupanya masih diterapkan bagi pedagang kios pada setiap pasar tersebut. Sedangkan untuk pedagang los sendiri, masih menggunakan sistem penarikan retribusi yang lama, yakni dengan didatangi petugas dan diberikan karcis retribusi.
Baca Juga :Pria di Jombang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Lorong Kamar Mandi, Ada Luka di Bagian Leher
Berbedanya sistem penarikan retribusi pada pedagang kios dan los ini dikarenakan terdapat banyak pedagang los yang ternyata tidak setiap hari berjualan. Hal itu dikarenakan terdapat beberapa pedagang los yang hanya buka pada hari-hari tertentu (Hari pasaran), sehingga belum bisa diterapkan sistem e-retribusi.
“Penerapan sistem e-retribusi ini memang untuk pedagang yang setiap hari buka, sehingga pedagang hanya perlu isi saldo untuk 1 bulan, dan akan auto debit saat pembayaran. Sedangkan pedagang los ini kan tidak setiap hari berjualan, jadi belum bisa diterapkan seperti ini,” ungkapnya.



















