Menurutnya, edukasi mengenai risiko bencana dan langkah penyelamatan harus sampai ke seluruh lapisan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan.
“Semakin masyarakat sadar risiko bencana, semakin besar peluang untuk meminimalkan korban,” tegasnya.
Selain pengecekan kesiapan personel, apel ini juga diisi dengan simulasi penanganan bencana, seperti evakuasi gempa dan kebakaran, pembangunan jembatan darurat, serta penyelamatan korban kecelakaan.
Relawan dari berbagai komunitas, seperti Banser Tanggap Bencana, Taruna Tanggap Bencana, hingga tim medis, turut ambil bagian.
“Penanganan bencana adalah tanggung jawab bersama. Dengan koordinasi yang baik, kita dapat membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana dan memastikan keselamatan warga Jombang,” katanya.
Apel diakhiri dengan pengecekan langsung peralatan penanggulangan bencana oleh Teguh, termasuk kendaraan SAR, peralatan evakuasi, dan perlengkapan medis. Hadir pula dalam acara ini Forkopimda Jombang, Kepala BPBD Provinsi Jawa Timur, serta para pemimpin organisasi perangkat daerah.
Baca Juga :Pj Walikota Batu Keliling Sekolah Uji Coba Makan Siang Bergizi Gratis
“Mari kita jadikan Jombang sebagai kabupaten yang tangguh menghadapi bencana,” tutup Teguh.



















