Blitar, SEJAHTERA.CO – Akademisi dari Akademi Komunitas Negeri (AKN) Putra Sang Fajar Blitar memberikan pendampingan strategis kepada pengrajin limbah tempurung kelapa Bathok Koi untuk meningkatkan daya saing produk di pasar global.
Pendampingan ini difokuskan pada penerapan strategi pemasaran berbasis digital dan omni channel.
Baca Juga :Nurochman Sang Maestro Politik Kota Batu, Anak Petani jadi Walikota Batu
“Iya, pendampingan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan brand awareness produk Bathok Koi melalui sistem digital marketing,” ujar Ketua Peneliti, Shanti Ike Wardani, S.AB., M.Si, dari Program Studi Operasionalisasi Perkantoran Digital AKN Putra Sang Fajar Blitar, Senin (2/12/2024).
Pendampingan ini dilakukan secara rutin setiap minggu sekali oleh tim peneliti yang terdiri dari Shanti Ike Wardani, Anna Widayani, M. Nur Fuad, dan Heri Priya Waspada. Fokus utamanya adalah membangun kesadaran merek (brand awareness) melalui strategi pemasaran digital.
Baca Juga :Nurochman Sang Maestro Politik Kota Batu, Anak Petani jadi Walikota Batu
Salah satu pengrajin yang mendapatkan manfaat dari program ini adalah Anas Faesol, yang berlokasi di Jalan Mahakam No. 125, Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Tim peneliti menilai potensi produk Bathok Koi sangat besar untuk menjangkau pasar global melalui teknologi digital.
“Pendekatan pemasaran digital ini memungkinkan pengrajin beralih dari model bisnis B2B (Business-to-Business) menjadi B2C (Business-to-Consumer), memanfaatkan analisis tren pasar dengan Google Trends,” jelas Shanti.
Selain itu, materi pelatihan mencakup penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), visual branding, pemasaran melalui media sosial, serta integrasi platform omni channel.



















