Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Jenazah Een Jumianti (20) yang merupakan mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang dibakar oleh kekasihnya, akhirnya tiba di rumah duka pada Senin (2/12/2024) malam.
Baca Juga :Diduga Depresi, Pria di Tulungagung Gantung Diri di Gudang Penyimpanan Sosis Milik Kakaknya
Kepergian Een Jumianti anak dari pasangan Jainul Musdopi dan Sri Rahayu menghadap Tuhan ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga lantaran dia merupakan anak tunggal.
Diketahui, jenazah Een Jumianti tiba di rumah duka masuk Desa Purworejo Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung pada Senin (2/12/2024) sekitar pukul 21.15 WIB.
Kades Purworejo, Sudarto mengatakan, kemarin pihaknya mendapat kabar jika ada warganya yang menjadi korban pembunuhan di Kabupaten Bangkalan Madura.
Baca Juga :Puluhan Polisi Amankan Rekapitulasi Suara Hasil Pilkada Kabupaten Kediri
Usai menerima informasi ini, pihaknya kemudian segera menuju Bangkalan dengan berkoordinasi bersama instansi setempat termasuk Rektor UTM.
Pada saat itu, pihaknya sudah mendapat izin dari pihak keluarga Een Jumianti untuk mengurus segala permasalahan disana termasuk proses untuk pemulangan jenazah korban.
Pihaknya juga sudah meminta untuk dibentuknya Satgas untuk menangani kasus ini agar pelaku bisa dihukum dengan hukuman setimpal.
Baca Juga :Satlantas Polres Kediri Kota Razia KRYD, Puluhan Pelanggar Terjaring Razia
“Setelah berkomunikasi bahwa untuk sementara waktu pelaku masih dikenakan pasal 338 KUHP, ancaman 15 tahun dan dikembangkan untuk Pasal 340 KUHP,” kata Sudarto, Selasa (3/12/2024).
“Harapan keluarga diserahkan kepada pihak berwenang agar pelaku dihukum yang setimpal,” sambungnya.



















