Zanariah juga bercerita bahwa beberapa waktu terakhir, sempat viral tentang interaksi kurang harmonis antara peserta didik dan guru yang juga melibatkan orang tua. Seperti misal, terjadi konflik antara orang tua dan guru karena teguran di sekolah pada anak yang tidak taat aturan. Sampai berujung aduan pada aparat penegak hukum. Adanya kejadian ini harus menjadi perhatian bagi semuanya dan perlu menyadari, bahwa sekolah memiliki berbagai aturan pada peserta didik untuk menumbuhkan karakter disiplin dan menghargai hak siapapun. Maka, hal ini perlu didukung oleh orang tua dengan pola asuh yang tepat pada anak di rumah.
Baca juga: Pj Walikota Zanariah Hadiri Seminar Motivasi Kesehatan Emosional TP PKK Kota Kediri
Karena bagaimanapun juga, Pj Wali Kota Kediri melanjutkan bahwa tumbuh kembang dan pendidikan ini bukan hanya tanggung jawab dari sekolah tapi juga tanggung jawab dari orang tua dan masyarakat. “Jangan sampai, karena pola asuh yang kurang tepat, berdampak pada terciptanya karakter negatif dan mempengaruhi gaya interaksi dengan sesamanya. Dengan adanya program ini harapannya para orang tua dapat menjadi lebih bijak, lebih sabar, dan mampu memberikan contoh yang baik untuk anak-anaknya. Serta tidak lelah mendampingi dan mendidik putra putrinya hingga menggapai kesuksesan dunia dan akhirat,” tutupnya.
Hadir pula pada kegiatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Muhammad Fajri, lurah se-Kecamatan Kota, kader, penyuluh dan pembina BKB Kota Kediri.



















