Bahtsul Masail Nasional di Pesantren Tebuireng Jombang Bahas Bullying-Stunting

Bahtsul Masail Nasional di Pesantren Tebuireng Jombang Bahas Bullying-Stunting
Pondok Pesantren Tebuireng di Diwek, Jombang, yang rencananya menjadi lokasi pelaksanaan Bahtsul Masail Nasional dalam rangka Haul ke-15 Gus Dur pada 19-20 Desember 2024. (dok.memo)

“Berdasarkan data, kasus bullying di lapangan kerja dan bangku sekolah meningkat signifikan, dari 30 kasus pada tahun 2023 menjadi 293 kasus pada tahun 2024. Kasus perundungan di pesantren juga kerap terjadi, terutama yang melibatkan senioritas antara kakak kelas dan adik kelas,” kata Kyai Ahmad Roziqi.

Selain itu, isu kekerasan fisik yang melibatkan guru-guru juga tengah diperbincangkan. “Akhir-akhir ini, banyak guru yang dipidanakan karena dianggap melakukan kekerasan fisik terhadap murid, padahal hanya sebatas mencubit. Ini menjadi dilema bagi para guru,” lanjutnya.

Baca Juga :Siap-siap, Dishub Ponorogo Mulai Lakukan Uji Coba Traffic Light Simpang Sultan Agung, Masyarakat Dihimbau Patuh

Read More

Dalam sesi Bahtsul Masail, ulama dan perumus yang terlibat, seperti KH. Muhlis Dimyathi, KH. Muhibbul Aman Aly, Kyai Mahfuz Aly Amari Sya’rani, Kyai Shofiyul Muhibbin, dan Gus Arif Ridlwan Akbar, akan membahas apakah pengurus pesantren juga bertanggung jawab jika perundungan berujung pada kematian.

Wakil Ketua PWNU Jatim yang membidangi RMI (Robitoh Ma’ahid Islamiyah), KH Taufiq Hasyim, juga berharap RMI Jatim dapat sigap menghadapi isu negatif terkait pesantren, seperti media framing dan kasus-kasus bullying santri. “Kasus bullying di pesantren harus segera ditangani, karena dapat menurunkan animo masyarakat untuk memondokkan anak-anak mereka,” ungkapnya.

Baca Juga :BPBD Kabupaten Kediri Perbaiki Tanggul Jebol di Aliran Sungai Serinjing Peh Kulon

Selain itu, Lembaga Ta’lif wan Nasyr PWNU Jatim juga akan menggelar Pameran Kitab Digital karya ulama-ulama besar pesantren di Studio LTN NU Jawa Timur pada 10 Desember 2024, bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Pameran ini bertujuan mengenalkan kegiatan dan layanan NU kepada publik, khususnya pesantren.

“Pameran ini merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan oleh PW LTN NU Jawa Timur dalam rangka peresmian Studio LTN NU Jawa Timur,” ujar Ketua LTN PWNU Jatim, H. Helmy M. Noor.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *