Warga lain Herniatun (55), juga mengalami hal serupa bahkan 16 kambing miliknya juga mati mendadak dalam satu hari. Bahkan, saat kambingnya akan dijual juga mengalami hal sama yakni kejang dan langsung mati.
“Ada 16 kambing mati, Pas yang terakhir dibawa ke pasar, sampai di pasar mati. Gejalanya gak ada, sore normal, pagi normal, malam tergeletak,” terangnya.
Baca Juga :Musim Penghujan, Dinkes Kabupaten Kediri Minta Warga Waspada Chikungunya
Sementara itu, ketua RT setempat Parno mengatakan, tercatat sudah ada 80 ekor kambing milik warganya yang mati mendadak. Pun, warga sudah mengundang mantri hewan untuk dilakukan pemeriksaan serta pemberian vitamin serta penyemprotan kandang.
“Kira-kira ada 80 ekor, itu satu bulan terus estafet. Kalau dihitung kerugian sekitar Rp 200 juta,” imbuhnya.
Saat ini, dirinya hanya memberikan himbauan kepada peternak untuk lebih berhati hati dalam menjaga hewan ternaknya. Termasuk pemberian makan serta menjaga kebersihan kandang.
Baca Juga :BPBD Kabupaten Kediri Minta Warga Waspada Kebencanaan di Awal Tahun Baru
“Kalau gejalanya hampir sama, teriak teriak kejang lalu mati. Belum tahu karena penyakit atau karena apa,” tandasnya.



















