Hampir Dua Pekan di Awal Tahun 2025, Kasus DBD di Tulungagung Mencapai 44 Kasus, Simak Penjelasannya

Hampir Dua Pekan di Awal Tahun 2025, Kasus DBD di Tulungagung Mencapai 44 Kasus, Simak Penjelasannya
Proses penanganan DBD pada salah satu desa di Tulungagung yang dilakukan fogging untuk membunuh nyamuk dewasa. (isal/sejahtera.co)

Bahkan dengan jumlah kasus di awal tahun 2025 ini, pihaknya memprediksi akan ada temuan sebanyak 60 hingga 70 kasus DBD sampai dengan akhir bulan Januari 2025.

Prediksi itu tentunya lebih banyak jika dibandingkan temuan kasus pada bulan Januari di tahun 2024, dimana saat itu hanya ada sebanyak 56 kasus saja.

Baca Juga :Bersih-bersih Lingkungan untuk Cegah DBD dan Chikungunya di Desa Deyeng Kediri

Read More

“Mulai tahun 2024 kemarin kan musim hujannya mundur, ini yang membuat kami mewaspadai jika outbreak ini justru terjadi di tahun 2025. Apalagi masih ada kemungkinan kasus DBD tahun ini lebih meningkat di tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Soal rentang usia pasien DBD sendiri, Desi menyebut jika rata-rata usia yang terjangkiti DBD di Tulungagung merupakan anak-anak, namun juga tidak sedikit pasien usia dewasa yang terkena penyakit DBD.

Meski begitu, tingkat rasio kematian akibat DBD di bulan Januari 2025 ini masih nihil, dan diharapkan kematian bisa ditekan.

Baca Juga :Konflik Antar Perguruan Silat Masih Tinggi, Polres Tulungagung Bentuk Satgas

Menurut Desi, untuk menangani kasus DBD ini memang tidak bisa hanya mengandalkan fogging saja, dimana kunci utama pencegahan DBD tetaplah pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Pihaknya menghimbau agar masyarakat terus melakukan PSN, agar jentik nyamuk Aedes Aegypti tidak bisa berkembang.

Baca Juga :Kali Karplos, Wisata Khas Alam Anyar di Kota Blitar, Ada Sumber Mata Air hingga Outbond

“Tidak bisa kalau hanya mengandalkan fogging. Kami tegaskan, fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa saja, sedangkan jentiknya tidak. Maka fogging akan menjadi efektif jika disertai PSN,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *