Sebelum Longsor di Wonosalam Jombang, Warga Menolak Relokasi Meski Sudah Diperingatkan

Sebelum Longsor di Wonosalam Jombang, Warga Menolak Relokasi Meski Sudah Diperingatkan
Kondisi longsor Dusun Banturejo, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam. (istimewa)

Keretakan pada tebing diketahui sudah terlihat sejak tahun lalu, dengan panjang mencapai 150 sentimeter.

Pemdes Sambirejo telah berusaha memberikan informasi dan imbauan kepada warga setiap minggu, terutama saat hujan deras melanda, agar mengungsi ke rumah keluarga terdekat.

Namun, upaya tersebut tidak diindahkan oleh sebagian besar warga.

Read More

“Sejak retakan terlihat, kami terus mengingatkan warga. Bahkan, saat hujan deras, kami sarankan untuk tidak tinggal di rumah, tapi banyak yang tidak mau meninggalkan rumah mereka,” jelas Sungkono.

Baca Juga :Angka Kesembuhan PMK di Ponorogo 30 Persen, Dipertahankan Genjot Vaksinasi Zona Hijau

Longsor yang terjadi pada Kamis pagi ini mengakibatkan empat rumah tertimbun material tanah dan dua orang hilang.

Satu korban bernama Duwi Ayu Wandira (9) telah ditemukan meninggal dunia, sementara ayahnya, Ducha Ismail (56), masih dalam pencarian.

“Kami berharap ini menjadi pembelajaran, agar warga yang tinggal di zona rawan mau mengikuti program relokasi untuk keselamatan mereka,” pungkas Sungkono.

Baca Juga :Tergerus Air Hujan, Tanggul Kali Bakung Tarokan Ambrol

Bencana ini menambah daftar panjang dampak serius hujan deras di wilayah pegunungan Wonosalam. Pemdes Sambirejo dan tim terkait kini fokus pada penanganan serta evakuasi korban longsor di lokasi tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *