Dalam autopsi potongan kaki dan kepala korban di RS Bhayangkara Kediri, AKBP Arbaridi menuturkan, hasil autopsi tersebut untuk melihat apakah ada luka pada bagian kepala maupun kegiatan-kegiatan lain, selain melakukan sayatan-sayatan.
Baca Juga :Libur Panjang, Pengunjung Taman Pinka Susuhbango Ringinrejo Membeludak
“Nanti kita kembangkan apakah ada kemungkinan ada tersangka lain,” ucap Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Kediri Kombes Pol Agung Hadi Wijanarko mengaku, telah menerima ada dua buah kompatemen dari sterofom dan container plastic yang berisi potongan kepala dan kaki paha yang kemudian dilakukan autopsi dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui apakah benar yang bersangkutan adalah korban (Uswatun Khasanah).
“Kita juga melihat apakah ada tanda-tanda kekerasan atau kelainan yang didapatkan,” jelasnya.
Kombes Agung menyebut, hasil autopsi didapatkan ada beberapa data primer dari gigi geligi kemudian data sekunder dari rekam medik dan ada tindik di telinganya serta properti yang dipakai korban.
Baca Juga :Puncak Arus Balik Terminal Seloaji Ponorogo, 4.000 Penumpang Diprediksi Tinggalkan Bumi Reyog
Dirinya juga memastikan bahwa bagian tubuh tersebut memang yang diautopsi adalah almarhumah Uswatun Khasanah (29) berdasarkan riwayat pemeriksaan gigi, data primer maupun dari rekam mediknya berupa tindik serta ada properti.
“Itu lukanya dari benda tajam dan sayatan-sayatan,” tutupnya.



















