Penutupan PHT Diperpanjang, Ini Penjelasan Kabid Keswan Disnakeswan Tulungagung

Penutupan PHT Diperpanjang, Ini Penjelasan Kabid Keswan Disnakeswan Tulungagung
Petugas gabungan saat melakukan penyemprotan desinfektan di lokasi Pasar Hewan Terpadu (PHT) Tulungagung.(isal/sejahtera.co)

Menurutnya, di Kabupaten Tulungagung kasus PMK sangat terkendali. Total kasus PMK sejauh ini hanya mencapai 123 kasus. Sekitar 17 ekor dalam pengobatan, 10 ternak potong paksa, dan 3 ternak mati. Sedangkan sisanya, sudah dinyatakan sehat setelah menjalani pengobatan oleh petugas Keswan.

“Beberapa wilayah lain baru melakukan penutupan Pasar Hewan, kami khawatir jika PHT di Tulungagung dibuka justru mereka akan datang ke sini dan ini berpotensi menyebabkan melonjaknya kasus PMK di Tulungagung. Mayoritas ternak yang terkena PMK adalah ternak baru yang didatangkan dari luar,” ungkapnya.

Baca Juga :Babak 16 Besar Liga 4 Jatim, Tiga Pemain Persepon Ponorogo Absen Hadapi Mojosari Putra

Read More

Kendati PHT masih ditutup, jelas Tutus, untuk pasar hewan kambing dan domba di Tulungagung sudah resmi dibuka sejak Minggu (26/1/2025) kemarin sesuai berakhirnya SE tersebut. Dibukanya pasar hewan kambing dan domba ini dikarenakan sejauh ini belum ada laporan kasus PMK pada kambing dan domba.

Menurut Tutus, kalaupun ada penularan PMK pada kambing dan domba, bisa dipastikan jika penularan tersebut bersifat sporadis atau tersebar dan tidak merata, sehingga bisa ditangani dengan cepat dan mudah. Namun demikian, pihaknya menghimbau agar peternak tidak membeli ternak dari luar Tulungagung.

Baca Juga :Peringati Isra Mikraj, Polres Blitar Santuni Anak Yatim dan Gelar Tausiyah

“Kalau bisa peternak jangan beli hewan ternak yang berasal dari luar wilayah di Tulungagung terutama dari wilayah yang sebaran PMKnya masih banyak,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *