Nganjuk, SEJAHTERA.CO – Ratusan warga mendemo Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kertosono membawa berbagai tuntutan terkait pelayanan yang tidak maksimal terhadap pasien yang menggunakan BPJS, baik Mandiri maupun KIS.
Baca Juga :Penutupan PHT Diperpanjang, Ini Penjelasan Kabid Keswan Disnakeswan Tulungagung
Mereka juga menyuarakan ketidakpuasan terhadap pelayanan bagi pasien yang hendak melahirkan serta lambatnya pelayanan di poli-poli akibat banyaknya dokter yang lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah sakit.
Para demonstran menuntut agar pelayanan di RSUD Kertosono dimaksimalkan dengan mengaktifkan para dokter bekerja sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang mengharuskan mereka bekerja 40 jam dalam seminggu.
Baca Juga :Pangkas Anggaran Rp 21 Miliar untuk Program MBG, Ini Kata Ketua DPRD Kota Blitar
Selain itu, mereka juga mendesak agar administrasi tidak dipersulit dan pelayanan diperbaiki dengan mencontoh kabupaten-kabupaten lainnya.
“Keluhan kita adalah administrasi jangan dipersulit dan pelayanan agar diperbaiki sebaik-baiknya. Kami menunggu jawaban tertulis dari rumah sakit, siap memperbaiki pelayanan, lalu apa kendalanya ditulis. Kita tunggu jawaban dari RSUD Kertosono,” ujar Suyadi, koordinator aksi.



















