Jombang, SEJAHTERA.CO – Setelah berhasil menguak identitas, Satreskrim Polres Jombang juga mengungkap motif kasus pembunuhan Muhammad Faiz (19), warga Kabupaten Sidoarjo. Dalam pers rilis yang digelar, polisi mengungkap bahwa selain motif perampasan barang, ada faktor lain yang melatarbelakangi peristiwa tragis ini.
Baca Juga :Kabag OPS Polres Kediri Kota Naik Pangkat Setelah Puluhan Tahun Berdinas
Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan menjelaskan, bahwa sebelum dieksekusi di hutan Kabuh, korban sempat berinteraksi dengan sekelompok orang yang kemudian menjadi pelaku dalam kasus ini.
“Korban berkomunikasi dengan seseorang yang merupakan teman pelaku. Kemudian, korban diajak ke kos-kosan pelaku dan mengonsumsi minuman keras bersama,” ungkap Kapolres dalam konferensi pers, Jumat (31/1).
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra menambahkan, dari informasi yang dihimpun, korban baru saja kembali dari Lumajang setelah menimba ilmu di pesantren. Namun, nahas, ia justru menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh enam pelaku.
Baca Juga :Korban Pembunuhan di Hutan Kabuh Menjalin Komunikasi dengan Pelaku Sebelum Kehilangan Nyawa
Para pelaku yang telah diamankan berinisial AS (23) warga Jombang, AR (24) asal Lumajang, HM (20) warga Kediri, serta tiga pelaku di bawah umur, yakni MR (17), RG (18), dan KS (17), yang semuanya warga Jombang.
Menurut Margono, insiden bermula saat terjadi ketegangan antara korban dan para pelaku. Setelah korban diajak ke kos-kosan dan mengonsumsi minuman keras, pelaku kemudian merampas barang-barang korban, termasuk ponselnya, dan meminta korban menebusnya keesokan harinya.



















