Atas alasan tersebut, pembangunan yang bersifat sementara untuk ruas jalan di Desa Samar itu tidak memungkinkan lantaran tinggi tebingnya mencapai 11 meter.
Dengan begitu, pihaknya masih harus memikirkan konstruksi apa yang tepat untuk memperbaiki ruas jalan tersebut agar konstriksinya kuat.
“Atas alasan itu, kalau pakai BTT saja tidak bisa, apalagi anggaran perbaikannya kami hitung perkiraan perlu anggaran sebesar Rp 7 miliar,” ungkapnya.
Dikarenakan tidak bisa pakai BTT, jelas Hari, pihaknya sebenarnya berencana untuk melakukan perbaikan ruas jalan tersebut menggunakan APBD Tulungagung.
Baca Juga :Ada 40 Perumahan di Kota Batu yang Bandel, Diduga Belum Lengkapi Perizinan
Namun hal ini masih dikoordinasikan dengan Pj Bupati Tulungagung selaku eksekutif serta DPRD Tulungagung selaku legislatif.
Secara teknis, proses pengerjaannya nantinya ruas jalan tersebut akan dibongkar secara total untuk kemudian diuruk menggunakan tanah secara berlapis.
Pasalnya, sesuai hasil kajian geologis, lokasi jalan itu dulunya merupakan bekas sungai yang diuruk dan berada di area patahan dan longsoran.
Baca Juga :Antisipasi DBD, Ibu PKK Nganjuk Periksa Bak Kamar Mandi Warga
“Apalagi sesuai hasil kajian geologi itu, kami juga mendapati jika dibawah jalan otu terdapat 7 sumber mata air, sehingga proses pengerjaan harus dilakukan secara matang. Harapan kami, triwulan kedua tahun ini mulai dikerjakan,” pungkasnya



















