Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Total kasus kebakaran di Kabupaten Tulungagung sepanjang tahun 2024 kemarin rupanya meningkat lebih banyak dibandingkan pada tahun 2023 kemarin.
Diketahui, mayoritas kasus kebakaran itu disebabkan oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik dan kelalaian manusia.
Kasi Operasional dan Pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMKP) Tulungagung, Bambang Pidekso mengatakan, sesuai data miliknya, di tahun 2024 total kasus kebakaran mencapai 103 kasus.
Baca Juga :Pj Gubernur Jatim Diminta Keluarkan Status Bencana, Legislator Berharap BTT untuk Tangani PMK
Dimana tiga kasus di antaranya merupakan kebakaran dengan skala besar, sedangkan sisanya kecil dan sedang.
Jumlah kasus kebakaran di tahun 2024 ini tentunya meningkat cukup tajam jika dibandingkan pada jumlah kasus kebakaran selama setahun di tahun 2023. Damkar Tulungagung mencatat hanya ada sekitar 89 kasus kebakaran di Kabupaten Tulungagung pada sepanjang tahun 2023 lalu.
“Total kasus kebakaran 2024 kemarin lebih banyak dibandingkan tahun 2023. Sesuai data, di tahun 2024 ada sebanyak 103 kasus kebakaran, sedangkan di tahun 2023 hanya 89 kasus kebakaran,” kata Bambang Pidekso, Senin (3/2/2025).
Jumlah kasus kebakaran di tahun 2024, ungkap Bambang, menjadi yang paling tinggi selama lima tahun terakhir, lantaran baru di tahun 2024 total kasus kebakaran di Tulungagung mencapai angka ratusan.
Baca Juga :Pemeriksaan Lanjutan Dugaan Kasus Penipuan, Oknum Aktivis Segera Ditetapkan Tersangka



















