Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, bersama BPBD Kabupaten Ponorogo menggelar mitigasi dan simulasi di sekolah yang masuk wilayah rawan bencana.
Ada sejumlah materi yang diberikan dalam mitigasi atau penanganan bencana, mulai dari banjir, gempa bumi, kebakaran, penyelamatan hingga pengamanan aset sekolah.
Kepala BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun mengatakan setidaknya ada 13 sekolah yang masuk kategori rawan bencana. Salah satunya yakni SMKN 2 Ponorogo yang menjadi langganan banjir.
Baca Juga :Angka Perceraian di Kota Batu Tetap Tinggi, ini Faktor Penyebabnya
“Jadi bencana itu bisa dihadapi dengan dua cara, pertama dikurangi ancamannya kedua ditangguhkan kapasitas masyarakat dan kita sedang melakukan cara yang kedua,” ungkap Masun, kepada koranmemo.com, Kamis (13/2/2025).
Masun juga menambahkan dalam peristiwa banjir pada akhir 2024, SMK 2 Ponorogo menjadi salah satu lokasi yang terparah. Bahkan air meluap hingga masuk kedalam kelas dan ruang praktek. Selain itu, banyak aset milik sekolah tersebut rusak dan hilang.
“Kita tahu, ini mejadi salah satu titik terparah banyak aset yang rusak dan hilang. Makanya kita pilih di lokasi ini bagaimana bisa melakukan manajemen kebencanaan kedepan nantinya,” tandas Masun.



















