Aksi di Gedung Rektorat IAIN Kediri, Mahasiswa Tuntut Sanksi Dugaan Pelecehan Seksual

Aksi di Gedung Rektorat IAIN Kediri, Mahasiswa Tuntut Sanksi Dugaan Pelecehan Seksual
aksi Aliansi Mahasiswa IAIN Kediri di Depan Gedung Rektorat (rizky/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Ratusan massa dari Aliansi Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri menggelar aksi di depan Gedung Rektorat, Rabu (26/2/2025).

Massa membentangkan poster, spanduk, orasi, hingga melakukan pembakaran ban bekas sebagai wujud aksi protes kebijakan kampus yang dinilai merugikan mahasiswa.

Sejumlah tuntutan yang disampaikan mahasiswa beragam, mulai transparansi kebijakan efisiensi anggaran, hingga kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen.

Read More

“Kami ada lima tuntutan kepada pihak rektorat,” kata Ahmad Yusuf Muzaki, koordinator lapangan Aliansi Mahasiswa IAIN Kediri.

Baca Juga :Tujuh Mobil Kcunk Motor Digelapkan Karyawan, Kasatreskrim Polres Tulungagung: Kerugian Capai Rp 1,5 Miliar

Ahmad Yusuf menyampaikan, tuntutan aksi ini yang pertama adanya kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang mengakibatkan fasilitas kampus tidak berjalan seperti sarana lift gedung pembelajaran. Efisiensi tersebut dinilai membawa daampak kepada pemangkasan anggaran mahasiswa.

“Kami tidak menolak efisiensi, tapi kita meminta transparansi,” ucapnya .

Kedua, Ahmad menyebut mekanisme program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dan Program Indonesia Pintar (PIP) dituntut untuk dievaluasi.

Ketiga meminta kejelasan soal transisi IAIN menuju UIN yang mencakup progresnya sampai mana apakah ada kendala ataupun bisa terlaksana tahun ini atau tidak, keempat terkait program kuliah di IAIN Kediri, dan terkahir meminta adanya sanksi tegas terhadap dosen yang melakukan pelecehan seksual.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *