“Biasanya pemesanan mulai ramai sejak dua bulan menjelang Ramadan,” jelas Arosid.
Sementara, untuk proses pembuatan songkok diawali dengan pembentukan rangka dari kertas karton, lalu dilapisi kain dan dijahit rapi menggunakan kain bludru hitam.
Menariknya, perajin di Jatirowo memproduksi sendiri dari awal hingga pencantuman merek, tidak sekadar mengandalkan label luar.
“Kami punya lima merek yang terdaftar di HAKI, semuanya diproduksi sendiri di sini dengan berbagai ukuran,” tambahnya.
Dengan lonjakan permintaan selama Ramadan, perajin songkok di Jombang terus berusaha memenuhi kebutuhan pasar. Produk lokal ini pun semakin dikenal luas, baik di dalam maupun luar negeri.



















