Jombang, SEJAHTERA.CO – Pada momen bulan Ramadan 1446 H, perajin songkok di Dusun Jatirowo, Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang kebanjiran pesanan. Permintaan songkok melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.
Muhamad Dian Arosid (29), salah satu perajin songkok, mengungkapkan bahwa di luar Ramadan, ia biasanya memproduksi 300 kodi songkok. Namun, selama Ramadan, pesanan meningkat drastis hingga 800 kodi.
“Setiap Ramadan permintaan memang naik, tapi tahun ini lebih tinggi dari sebelumnya,” ujarnya, Kamis (6/3/2025).
Baca Juga :Kalah Telak dari Persib Bandung, Yusuf Meliana Minta Maaf, Marcelo Rospide: Pemain dalam Tekanan
Tak hanya dari dalam negeri seperti Batam, Lombok, pesanan juga datang dari luar negeri, seperti Malaysia. Songkok hitam menjadi favorit karena dianggap ikonik sebagai penutup kepala orang Indonesia.
Dari segi harga, songkok dijual mulai Rp320 ribu hingga Rp1,5 juta per kodi. Jika dijual satuan, harganya berkisar antara Rp16 ribu hingga Rp75 ribu, tergantung motif dan bahan. Songkok polos tanpa motif lebih diminati karena lebih terjangkau.



















