Diketahui, 89 JCH cadangan tersebut rencananya akan diberangkatkan dengan kloter 48 yang berangkat ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) pada Rabu (14/5/2025).
Sesuai aturan itu, artinya 43 JCH cadangan yang belum mendapatkan suntikan vaksin meningitis tidak bisa berangkat besok.
“Kalau mau berangkat bulan Mei 2025 sesuai ketersediaan kloter gelombang kedua Jawa Timur, harus segera mendapat suntikan vaksin meningitis. Kalau hari ini baru dapat vaksin, berarti bisa berangkat 2 minggu lagi,” ungkapnya.
Sedangkan untuk kekurangan stok vaksin, Desy menyebut jika pihaknya akan berupaya untuk menambah dosis vaksin meningitis sesuai dengan total JCH cadangan Tulungagung.
Salah satu upayanya berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur untuk meminta tambahan dosis vaksin meningitis.
Selain itu, pihaknya juga akan meminta bantuan kabupaten/kota lain di Jawa Timur yang memiliki sisa dosis vaksin meningitis demi mencukupi kebutuhan vaksin bagi JCH cadangan.
Sedangkan teknis pemberian vaksin meningitis ini akan dilakukan oleh masing-masing Puskesmas sesuai domisili JCH.
“Vaksin meningitis yang sudah disuntikkan ini berlaku selama satu tahun. Jadi meskipun JCH cadangan sudah mendapat vaksin tetapi tidak jadi berangkat, tahun depan tidak perlu vaksin lagi,” pungkasnya.



















