“Banjir ini sudah menjadi hal biasa bagi warga Sambangrejo, terutama ketika intensitas hujan tinggi. Akses jalan antar desa dan areal persawahan menjadi yang paling terdampak,” ujarnya.
Joko juga menyampaikan bahwa tanaman padi yang baru berusia sekitar 40 hari di tiga desa tersebut terancam rusak jika genangan air berlangsung lebih dari satu minggu. Namun, jika hanya 1-2 hari, padi kemungkinan besar akan selamat.
Baca Juga :Sebanyak 89 JCH Cadangan di Tulungagung Sudah Terima Vaksin Meningitis, Simak Penjelasannya
“Mudah-mudahan air segera surut sehingga petani tidak mengalami kerugian besar akibat kondisi cuaca ini,” lanjut Joko.
Joko mengimbau kepada seluruh camat dan kepala desa di Lamongan untuk tetap siaga. Berdasarkan rilis BMKG, cuaca ekstrem diperkirakan melanda seluruh Jawa Timur, termasuk Lamongan, dari tanggal 10 hingga 17 Mei 2025.
“Kami mengharapkan warga tetap waspada dan selalu memantau informasi cuaca untuk mengantisipasi kemungkinan banjir lebih lanjut,” pungkasnya.



















