Pihaknya mengakui kondisi tersebut membuat sejumlah jamaah harus terpisah dengan keluarganya dalam keberangkatan. Sebab pembagian kloter berdasarkan pengurusan visa.
Baca Juga :Belajar Wayang Bersama Abah Warsubi, Pendidikan Karakter Lewat Jalur Budaya
Sementara tak sedikit JCH yang rampungkan visa dulu baru mengajukan pendamping dan penggabungan mahrom suami istri.
“Akhirnya yang visanya keluar belakangan ini bisa berangkat beda kloter,” jelasnya.
Kondisi tersebut, lanjut Marjuni tengah dinegosiasikan dengan pemerintah Arab Saudi. Terutama, masalah penggabungan kloter, mahram suami istri serta pendamping lansia. Pihaknya berharap mereka tetap bisa berangkat ke Tanah Suci dalam satu kloter.
Baca Juga :Mayat Bayi Laki-laki Terbungkus Kresek Gemparkan Warga Sumbermanjing Malang
“Kami usahakan tetap bisa diakomodir satu kloter. Nanti saat kedatangan di Arab Saudi akan ditata ulang oleh PPIH Arab Saudi,” pungkas Marjuni.



















