Sayangnya, ambisi besar itu tidak cukup kuat menahan derasnya curah hujan dan ketiadaan sistem drainase.
Baca Juga :Patroli Dinihari, Remaja Kediri Nongkrong Tak Jelas Dibubarkan
Senada dengan Raffi, warga lainnya, Adi, menyebut kondisi rumah-rumah tersebut kini memprihatinkan.
“Bangunannya ya terbengkalai. Airnya banyak banget, udah kayak rawa-rawa. Info dari warga, pas peresmian wayang kulit itu katanya sempat ada penampakan pocong,” katanya, diselingi gelak tawa kecil, mungkin untuk menetralisir suasana yang mulai mencekam.
Kini, tiga rumah tersebut berdiri dalam kesunyian yang terendam air, tak berpenghuni, dan sesekali hanya dikunjungi pemancing yang lebih takut ketinggalan umpan daripada setan sekalipun.
Viralnya rumah-rumah di atas “danau” ini jadi pengingat pentingnya perencanaan pembangunan yang matang dan tidak sekadar mengejar estetika.
Baca Juga :Sapi Kurban Belgian Blue Seberat 1, 2 Ton Dibeli Presiden Prabowo
Sebab, sebagus apa pun bangunannya, bila berdiri di atas lahan tanpa saluran pembuangan, ujung-ujungnya bukan jadi istana, tapi jadi legenda.



















